Rabu, 01 Mei 2024

Cerita Pendek- "Lulusan Sarjana Mengajar Tanpa Gaji"- Karya: Sifaun Warahmah XI IPS

 

                                                "Lulusan Sarjana Mengajar Tanpa Gaji"

              Saat ini adalah hari yang paling ditunggu-tunggu dimana titik perjuangan yang begitu sulit dengan penuh jungkir balik suka duka serta berbagai peristiwa terukir pengalaman dan sarat makna dalam menempuh pendidikan di perguruan tinggi selama empat tahun telah membuahkan hasil. Kebahagiaan yang tak pernah luntur dari sebagian orang yang merayakannya ialah prosesi wisuda.

            Tak terkecuali  perempuan cantik yang sedang menuruni tangga dengan canda tawa bersama teman-temannya, yang berjalan tampak bahagia dengan senyuman yang tak pernah sirna. Dia mengenakan baju kebaya ditutupi jubah hitam bertoga menampakkan kesan anggun yang berwibawa ditambah dengan sedikit polesan make-up minimalis yang natural di wajah menambah kecantikan tersendiri dalam dirinya.

            Dia adalah "Nayra Syafira". Perempuan yang saat ini merayakan hari kelulusan wisudanya yang sudah dinanti selama bertahun-tahun. Dia dikenal dengan sosok yang cantik, pintar, solehah, cerdas, baik hati dan telah menjadi lulusan sarjana agama di usia mudanya, bahkan dia menjadi kembang kampus yang dikagumi banyak pria di fakultasnya.

            Acara wisuda sudah sampai pada tahap akhir. Setelah diizinkan untuk meninggalkan ruangan, para sarjana-sarjana itu terlihat berbaris berucap syukur dalam hati dengan perasaan haru kemudian perlahan keluar meninggalkan gedung. Prosesi wisuda berjalan khusyuk, derai tawa dan banjir air mata menambah syahdu suasana kala itu. Mereka mengabadikan momen tersebut dengan berfoto bersama teman, sahabat, pasangan dan keluarga tercinta. Tak lama kemudian Bapak dan Ibu Nayra datang menghampiri.

            "Selamat ya nak ibu bangga sama kamu bisa bertahan sampai di titik ini. Awal yang baru telah dimulai. Bersiaplah menjemput kesuksesanmu. Tetaplah rendah hati dan pergunakan ilmu yang kamu miliki sebaik mungkin. Hari ini kamu telah membuktikan pada keluarga bahwa kamu mampu menjalankan amanat dengan baik.", ucap Vina ibu dari Nayra

            "Iya bu terima kasih, ini semua berkat kerja keras dan dukungan dari ibu sama bapak" Sambil memeluk ibu dan bapaknya terharu sekaligus bahagia.

Sang bapak juga berpesan kepada Nayra, "Selamat hari kelulusan untuk anak bapak tersayang, Bapak sangat bangga bisa menemani berbagai fase dalam hidupmu. Namun Bapak tentu akan lebih bangga lagi jika kamu bisa menggunakan ilmu yang kamu punya untuk membantu orang banyak agar hidupmu jadi lebih bermanfaat."

            "Baik pak, Nayra akan selalu ingat pesan bapak." jawabnya.

            "Yasudah kita pulang sekarang bapak sudah letih." ucap Farhan ayah Nayra sambil mengurai pelukan mereka. 

            "Iya pak", ucap serentak Nayra dan ibunya sambil berjalan menuju parkiran yang kian dipenuhi kendaraan lain.

            Setibanya di rumah Nayra langsung membersihkan wajahnya dari sisa make-up yang masih menempel menggunakan face toner. Badannya yang terasa lengket karena gerah akibat teriknya sinar matahari membuat ia bergegas mengambil handuk yang digantung menuju kamar mandi. Setelah itu dia tidur dikasur empuk miliknya sambil memikirkan sesuatu.

            "Aku  mau kerja apa sekarang, tidak mungkin aku harus bergantungan terus sama ibu dan bapak kasian mereka aku sudah banyak merepotkan". Sambil memikirkan itu dia teringat sesuatu 2 hari sebelum kelulusannya. Hal itu yang terus berkecamuk di pikiran Nayra setelah lulus, dia ingin sekali bekerja untuk membantu ekonomi keluarga. Bapaknya hanya seorang petani penggarap yang penghasilannya tidak seberapa, Ibunya hanya seorang ibu rumah tangga yang membantu di ladang, tentu Nayra saja ingin membuat mereka senang dan bangga dengan anak perempuannya.

 

Flashback on

            Nayra tinggal di desa Jampit yang merupakan salah satu desa wisata eksotis di Jawa Timur.  Daerah ini memiliki pemandangan yang sangat menakjubkan. Dianugerahi dengan banyaknya hamparan rumput padang pegunungan serta udara yang bersih nan sejuk di pagi dan siang hari seakan menjadikan desa Jampit sebagai rumah surga bagi Nayra dan keluarga. Suasana malam terasa tiba-tiba terasa dingin dengan basahnya tanah karena turunnya hujan yang begitu deras. Setiap butiran hujan serta pesan tentang kesegaran tentang kehidupan yang terus berjalan dan tentang rasa syukur akan setiap momen indah dalam hidup. Apalagi cuaca seperti ini sungguh nikmat jika dihidangkan dengan  pisang goreng panas dan teh panas untuk menghangatkan tubuh. Namun hal tersebut tidak menjadi alasan bagi seorang perempuan yang ingin pergi ke masjid untuk melaksanakan sholat maghrib berjamaah, perempuan tersebut yaitu Nayra.

            Seusainya melaksanakan sholat magrib berjamaah di masjid Nayra dihampiri oleh bu Ayu untuk  meminta bantuannya menjadi guru madrasah di desanya ini yaitu Desa Jampit, yang terletak di Kecamatan Kawah Ijen, Bondowoso. Bu Ayu merupakan pengasuh sekaligus pendiri di madrasah tersebut dia meminta bantuan Nayra karena kurangnya guru yang mau mengajar.

            "Nak Nayra" ucap bu Ayu menghampiri Nayra yang hendak pulang

            "Iya bu ?" Sambil menatap bu Ayu

            "Bagaimana kabar kamu nak,". Tanya bu Ayu

            "Alhamdulilah baik bu, bu Ayu sendiri sehat ?" Tanya Nayra

            "Iya nak ibu sehat juga"

            " Oh iya katanya kamu mau wisuda ya ? Ibu dengar dari ibu mu, kapan wisudanya?

            " Iya bu wisudanya 2 hari lagi" Ucap Nayra bahagia

            "Alhamdulillah kalau begitu, kebetulan ibu ketemu sama kamu disini ibu ada perlu sama    kamu nak" Ucap bu Ayu

            "Hmm perlu apa ya bu? " Tanya Nayra penasaran

            "Begini nak ibu mau perlu bantuan kamu" 

            "Bantuan apa bu " Tanya Nayra.

            "Sebenarnya ibu mau minta bantuan kamu nak untuk mengajar di madrasah ibu, banyak    anak-anak yang belajar disana tapi....". Bu Ayu menghentikan ucapannya

            "Tapi kenapa bu?" Tanya Nayra yang penasaran.

            "Tapi Madarasah ini baru berdiri nak dan kurangnya fasilitas serta guru yang mau mengajar           soalnya guru yang mengajar tidak akan mendapatkan gaji". Ucap bu Ayu tak enak hati pada          Nayra

            "Loh kenapa bu?" Nayra terkejut dengan  ucapan bu Ayu. "Karna di desa kita ini kesulitan            masalah ekonomi nak jadi untuk itu ibu tidak meminta spp ataupun imbalan kepada wali     mereka semua, agar tidak membebaninya dan anak-anak bisa belajar dengan tenang," Nayra   hanya diam, sedangkan bu Ayu tersenyum dengan sikap Nayra.

            "Apa nak Nayra berkenan untuk mengajari mereka" Bertanya bu Ayu penuh harap.            Sedangkan Nayra tercengang bingung mau memberi keputusan apa.

            Bu Ayu yang paham dengan kebingungan Nayra akhirnya berkata "Ibu tidak memaksa mu            nak, ibu terima dengan keputusan mu" Ibu Ayu tersenyum sambil mengelus pundak Ayra.

            "Nayra pikirkan dulu bu".

            Madrasah di pedesaan memiliki ciri khas,yaitu tahan hidup sukar maju.oleh karena itu motivasinya adalah berjuang untuk kepentingan agama, maka sekalipun muridnya hanya beberapa, madrasah tetap dipelihara sekuat tenaga agar tidak ada madrasah yang tutup dan mati karena kekurangan guru. Madrasah di desa Jampit biasanya tahan hidup. Akan tetapi karena keterbatasan dana, tenaga, dan juga sarana pendidikan lainnya maka madrasah di desa itu jadi sulit maju.

            Akhirnya setelah berbincang bincang Nayra pamit pulang terlebih dahulu kepada bu Ayu. Dalam perjalanannya Nayra terus memikirkan tentang permintaan bu Ayu untuk membantunya. Sebenarnya di hatinya Nayra dengan senang hati mau membantu bu Ayu, tapi di lain itu dia sudah merencanakan akan mencari pekerjaan setelah wisuda, karena dia tidak ingin membebankan orang tuanya terus untuk memenuhi kebutuhannya.

 

Flashback off

            Dalam pikirannya Nayra bingung, apakah aku harus mengiyakan permintaan bu Ayu? kasian dia harus mengajar anak-anak lumayan banyak sendirian, tapi..... ya sudah lah untuk mengisi waktu luang ku sambil mencari pekerjaan yang lain, terlarut dalam pikirannya sendiri akhirnya Nayra tertidur pulas. Setelah sarapan pagi Nayra bersiap siap dan berpamitan kepada ibunya untuk menemui bu Ayu di madrasahnya.

            "Buk Nayra mau pergi sebentar ke tempat bu Ayu mengajar".

            "Yaudah nak hati-hati jangan pulang terlalu sore" Ucap bu Vina .

            "Iya bu" ucap  Nayra sambil menyalami tangan ibunya. "Assalamualaikum bu"

            "Waalaikumsalam".

            Nayra hanya berjalan kaki menuju Madrasah bu Ayu, karena tidak terlalu jauh dari rumahnya. Di setiap langkahnya Nayra menikmati udara pagi yang segar dan dingin, di iringi dengan kicauan burung yang berterbangan tanpa adanya pencemaran polusi udara di desanya ini, desa yang dikelilingi perbukitan hijau. Sepanjang jalan Nayra menyapa orang yang dia kenal dengan sopan namun setelah itu ia  mendengar berbagai bisikan kurang enak di telinganya. Selama di desa Nayra banyak mendapatkan pelajaran hidup yang berharga. Mulai dari anggapan masyarakat baik yang positif maupun negatif seperti celetukan ibu-ibu sekitar.

            “Itu liat si Nayra buk ngapain sekolah tinggi-tinggi tapi tidak memiliki pekerjaan”

            “iya buk nanti ujung-ujungnya bakalan di dapur juga”

            “membebani keluarga saja hu...”

            Nayra menghiraukan perkataan itu dan hanya tersenyum pada ibu- ibu yang sedang berkumpul di gerobak sayur itu. Sambil mengucapkan "permisi bu" yang hanya dibalas lirikan tak suka pada Nayra. Kemudian Nayra melanjutkan perjalanannya ,menurutnya  walaupun wanita tetap masuk ke dapur wanita tetap haruslah mempunyai pendidikan karena wanitalah  yang akan menjadi guru pertama untuk anak-anak mereka.

            "Assalamualaikum bu" ucap Nayra setiba di Madrasah tersebut.

            "Waalaikumsalam nak mari silakan masuk", bu Ayu mempersilakan Nayra

            "Ada apa tumben kesini... " Tanya bu Ayu

            "Iya bu saya kesini mau memberi tahu ibu Ayu bahwa saya siap membantu ibu mengajari   anak - anak" Ucapannya Membuat bu Ayu terkejut sekaligus senang.

            "Syukurlah,terima kasih nak Nayra bersedia mau membantu ibu, tapi... saat mengajar nanti            tidak ada gaji untuk nak Nayra". Ucap bu Ayu tidak enak hati

            "Tidak apa bu saya ikhlas mau mengajari mereka dan membagi ilmu yang saya tau ".Ucapan          Nayra membuat bu Ayu senang .

            "Terima kasih nak" Yang hanya dibalas anggukan dan seyuman oleh Nayra

 

Keesokan harinya....

            Sesampai Nayra di madrasah, anak-anak sudah berkerumun di halaman. Rupanya mereka menunggu kedatangannya. Segera anak-anak itu berebutmenyalami dengan hati riang gembira sembari menyapa "Selamat datang bu guru," ucap mereka kompak membuat suasana menjadi haru. Mereka begitu hangat menyambut guru baru demikian pula bu Ayu sebagai kepala madrasah turut serta.

            Cukup mudah bagi Nayra berinteraksi dengan anak-anak Karena Nayra menyukai anak kecil. Walaupun hari pertama mengajar tapi mereka semua sudah akrab dengan bu guru tersebut. Mereka ditempatkan pada satu ruangan yang cukup luas. Ketika itu Nayra mengajak kepada anak-anak menyesuaikan dengan bahasa mereka untuk berinteraksi.

            "Bu gulu ini gambal apa" Ucap anak perempuan cantik yang cadel karena tidak bisa           mengucapkan huruf R dengan benar sambil melihat ke arah Nayra.  Nayra yang tahu ditanya       langsung tersenyum dan mendekat ke arah anak tersebut.

            "Mana yang mau ditanyakan..?"  ucap Nayra melihat buku anak tersebut.

            "Ini bu gulu " Tunjuk anak tersebut pada gambar hewan di bukunya. "Ohh ini gambar hewan        jerapah"

            "Kok lehelnya panjang bu gulu" Melihat gambar tersebut dan langsung melihat ke Nayra .

            "Lehernya jerapah memang panjang dik, hanya jerapah yang mempunyai leher panjang".

            "Wahh kelen jelapahnya" Nayra yang mendengar ucapan anak itu terkekeh sambil mengelus          rambut anak itu karena lucu dengan ucapannya yang cadel.

            Mengajar anak kecil memang terasa sangat menyenangkan dan melelahkan karena para bocah sangat aktif  dan mereka ingin diperhatikan oleh gurunya. Kehadiran Nayra disana nampak memunculkan sisi positif dan mulai muncul perubahan, anak-anak seperti semangat dan peningkatan ilmu pengetahuan dan prestasi bagi anak didiknya.

            Dari jarak tidak terlalu jauh bu Ayu melihat interaksi mereka dan tersenyum, yang kemudian terlihat oleh Nayra dan langsung menghampirinya.

            Sesampainya Nayra "Sepertinya mereka senang diajari oleh  guru cantik sepertimu             nak". Ucap bu Ayu tersenyum sambil melihat anak-anak yang tengah belajar itu.

            "Iya bu karena Nayra suka anak kecil maka dari itu cepat akrab". Ikut memperhatikan        mereka.

            "Maaf nak karena kamu tidak seperti guru-guru pada umumnya yang digaji".

            Menatap Nayra tidak enak hati yang membuat Nayra tersenyum, karena memang di Madrasah ini anak- anak bebas mau belajar tanpa harus memikirkan biaya, terlihat dari fasilitasnya saja sederhana  hanya menggunakan alat seadanya untuk belajar dan bu Ayu sendiri yang membangun Madrasah ini sendiri untuk menambah ilmu pada anak anak. Terutama ilmu agama, yang mana sudah sedikit dipahami oleh Nayra, kebetulan dia dari jurusan pendidikan agama islam.

            Dalam hati Nayra bergumam kesan pertama kali dia mengajar beranggapan ia mampu mengajar dengan baik, mengolah kelas dengan sempurna dan mampu membuat anak-anak bahagia dan senang menuntut ilmu. Namun tidak selalu begitu karena banyak tingkah laku mereka yang unik dengan berbagai macam sifatnya. Membutuhkan waktu untuk memahami anak-anak yang memiliki karakter masing-masing. Ada yang jahil, ada yang diam, ada yang aktif, dan ada pula yang mengobrol sendiri saat menerangkan. Tetapi hal itu tidak menyurutkan niat Nayra untuk mengajar dan mengabdi di madrasah tersebut. Karena saat itulah merupakan uji mental dan kesabaran bagi Nayra sebagai seorang pendidik.

            Kemudian Sebelum Nayra menjawab apa yang dikatakan bu Ayu. Datanglah beberapa orang tua anak yang belajar di madrasah itu .

            "Assalamualaikum bu guru" Ucap ibu tersebut bersamaan

            "Waalaikumsalam bu, ada apa" Tanya bu Ayu

            "Begini bu, kami datang kesini mau mengucapkan terima kasih pada bu guru ini" ucap       salah satu ibu sebagai perwakilan mereka.

            "Kami tidak bisa memberi uang atau bayaran untuk bu guru" ucap ibu tersebut lagi dengan            wajah menunduk .

            "Tidak masalah bu, bagi kami  menjadi guru karena ingin membagi ilmu, karena ketika       mempunyai ilmu kita wajib menularkannya, urusan tidak dibayar ya tidak apa-apa     kita  ikhlas melakukannya dan masalah rezeki tuhan sudah mengaturnya." ucap Nayra         sebagai perwakilan dari dirinya dan bu Ayu.

            "Terima kasih bu sudah bersedia mengajari anak-anak kami" ucap ibu perwakilan tersebut

            "Iya bu sama- sama" Jawab Nayra dan bu Ayu bersama.

            Mungkin jika ada pertanyaan lagi, apakah senang menjadi guru? Nayra akan mengatakan sangat senang karena menjadi guru merupakan salah satu keinginannya sejak kecil. Senang sekali rasanya melihat anak-anak datang dengan semangat dan wajah gembira ketika datang ke madrasah menyaksikan masa depan tumbuh dan bekembang.

            Terselip dalam doa Nayra mengatakan, "Ya Allah, jadikan anak-anak didik kami berhasil mewujudkan mimpi, cita-cita dan harapan mereka."

            "Semoga kelak mereka menjadi manusia yang sukses dunia akhirat, menjadi ahli sedekah,  peduli terhadap orang-orang susah dan selalu diberi petunjuk agar bertaqwa kepadamu. "

            "semoga kedepannya mereka mampu membawa dunia ini menjadi lebih baik dan lebih       indah karena dipenuhi oleh orang-orang yang jujur, peduli, dan bijaksana, Aamiin... "

            Nayra merasa mengajar di madrasah itu sungguh luar biasa, bersama madrasah dia merasa diberikan kesempatan untuk mengembangkan diri. Semua dijalani dengan rasa ikhlas, semangat penuh kesungguhan dan kesabaran.

            Guru merupakan ladang ilmu bagi muridnya,karena guru merupakan kunci penting dalam pengetahuan,mereka memiliki kedudukan istimewa dalam mematahkan kemiskinan dan kebodohan dengan cara yang dapat diterima oleh masyarakat, dengan menjadi seorang guru Madrasah, Nayra menjadi tahu tentang segala hal yang berkaitan dengan dunia pendidikan.

Senin, 03 Mei 2021

Visi, Misi dan Tujuan SMA NURUL MA'RIFAH


 VISI dan MISI SMA NURUL MA’RIFAH

1.        Visi

 “Terwujudnya Sumber Daya Manusia yang berilmu, berimtaq dan berkarakter

2.        Misi

a. Melaksanakan pembelajaran dan bimbingan secara aktif dengan memberdayakan segenap sumber daya untuk mempersipkan siswa berkembang optimal sesuai potensi yang dimiliki

    • Mewujudkan keikutsertaan peserta didik dalam lomba, kejuaraan dibidang akademik dan non akademik di tingkat kabupaten atau karisidenan.
    • Meningkatkan  kuantitas peserta didik  untuk melanjutkan ke Perguruan tinggi
    • Menbekali peserta didik dengan skill/ keterampilan menuju jenjang perkuliahan dan dunia kerja
    • Melaksanakan kegiatan ekstra kurikuler

b.   Membentuk Insan  beriman dan bertaqwa dalam bentuk kegiatan pembiasaan dan kegiatan keagamaan

    • Melaksanakan pembiasaan baca Al Qur’an dan sholat berjamaah
    • Melaksanakan kegiatan hari besar agama
    • Meningkatkan sikap religius dalam bentuk pendalaman keagamaan lainnya

c.    Membentuk insan berakhlakul karimah

    • Meningkatkan budaya 3 S
    • Mewujudkan toleransi terhadap pemeluk agama lain
    • Mewujudkan sikap berbakti terhadap orang tua
    • Mewujudkan sikap menghormati guru dan sesama.
    • Mewujudkan rasa Ikhlas, peduli dan rajin beramal.
    • Menjauhkan diri dari penyakit hati

d.   Menumbuhkan rasa nasionalisme dan patriotisme

    • Melaksanakan Upacara hari senin
    • Melaksanakan  HBN dengan berbagai kegiatan
    • Keikutsertaan dalam lomba memperingati HBN

e.    Meningkatkan kepedulian warga sekolah

    • Meningkatkan kepedulian terhadap kebersihan dan keindahan
    • Meningkatkan kepedulian terhadap keamanan
    • Meningkatkan  kepedulian terhadap aset/sarana prasarana

3.        Tujuan Sekolah

    • Menjadikan peserta didik yang bertaqwa kepada Tuhan Yang Maha Esa dan berahklak mulia.
    • Membekali peserta didik agar memiliki keterampilan teknologi informasi dan komunikasi dan keterampilan lainnya serta mampu mengembangkan diri secara mandiri.
    • Membekali peserta didik dengan ilmu pengetahuan dan teknologi agar mampu bersaing dan melanjutkan ke jenjang pendidikan yang lebih tinggi.
    • Terlibatnya seluruh komponen sekolah secara aktif dalam pengelolaan sekolah
    • Terwujudnya sikap warga yang peduli sekolah  dan bersama sama  mengembangkan keindahan dan keasrian serta keamananlingkungan sekolah.
    • Diraihnya kejuaraan tingkat lokal, regional dan  nasional.

Senin, 23 September 2019

AD ART GERAKAN PRAMUKA TERBARU

Salam Pramuka

Adik-adik dan kakak-kakak yang berbahagia di manapun berada, berikut kami share AD-ART Gerakan Pramuka hasil Keputusan Musyawarah Nasinoal X Gerakan Pramuka Tahun 2018 Nomor: 07/Munas/2018


link download https://drive.google.com/open?id=1NATUhsvKrpuEr8MABkcYMS54DDHyVFB4

Senin, 30 Oktober 2017

STRUKTUR ORGANISASI GERAKAN PRAMUKA

Keterangan

  1. Majelis Pembimbing adalah badan yang bertugas memberikan bimbingan dan bantuan moril, organisatoris, material, dan finansial kepada kwartir, gugusdepan, dan satuan karya pramuka. Majelis Pembimbing dibentuk di tingkat Nasional, Daerah, Cabang, Ranting, Gugusdepan dan Saka. Majelis Pembimbing diketuai secara ex-officio:
    1. di tingkat nasional (Mabinas) oleh Presiden Republik Indonesia
    2. di tingkat daerah (Mabida) oleh Gubernur
    3. di tingkat cabang (Mabicab) oleh Bupati/Walikota
    4. di tingkat ranting (Mabiran) oleh Camat
    5. Sedangkan di tingkat gugusdepan (Mabigus) dipilih dari anggota Mabigus yang ada dan di tingkat Saka (Mabi Saka) dijabat oleh pejabat pada lembaga/instansi/ departemen terkait.
  2. Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) Gerakan Pramuka adalah badan independen yang dibentuk Musyawarah Gerakan Pramuka dan bertanggungjawab kepada Musyawarah Gerakan Pramuka.
  3. Kwartir dan Koordinator Gudep merupakan perangkat dan mekanisme kerja untuk mencapai tujuan Gerakan Pramuka. Kwartir dibentuk di tingkat :
    1. Nasional, disebut Kwartir Nasional (Kwarnas), ditetapkan dalam Musyawarah Nasional (Munas) dengan masa bakti 5 tahun.
    2. Daerah, disebut Kwartir Daerah (Kwarda), ditetapkan dalam Musyawarah Daerah (Musda) dengan masa bakti 5 tahun.
    3. Cabang, disebut Kwartir Cabang (Kwarcab), ditetapkan dalam Musyawarah Cabang (Mucab) dengan masa bakti 5 tahun.
    4. Ranting, disebut Kwartir Ranting (Kwarran), ditetapkan dalam Musyawarah Ranting (Musran) dengan masa bakti 3 tahun.
    5. Gugusdepan yang ada dalam satu wilayah kelurahan/desa dikoordinasikan oleh Koordinator Gudep (Korgudep), ditetapkan dalam Musyawarah Ranting (Musran) dengan masa bakti 3 tahun.
  4. Gugusdepan (Gudep) adalah pangkalan pesertadidik yang merupakan wadah pendidikan dalam organisasi Gerakan Pramuka. Selengkapnya mengenai Gudep baca : Gugusdepan Gerakan Pramuka.
  5. Satuan Karya Pramuka (Saka) merupakan wadah kegiatan kepramukaan untuk meningkatkan pengetahuan, kemampuan, dan keterampilan peserta didik dalam wawasan tertentu serta melakukan kegiatan nyata sebagai pengabdian kepada masyarakat sesuai dengan aspirasi pemuda Indonesia.
  6. Badan Kelengkapan Kwartir merupakan badan-badan yang mempunyai tugas membantu kwartir. Badan Kelengkapan Kwartir meliputi:
    1. Dewan Kehormatan
    2. Lembaga Pendidikan Kader Gerakan Pramuka yang terdiri atas Lemdikanas (di tingkat Nasional), Lemdikada (di tingkat Daerah), dan Lemdikacab (di tingkat Cabang).
    3. Dewan Kerja Pramuka Penegak dan Pramuka Pandega atau disebut Dewan Kerja yang terdiri atas DKN atau Dewan Kerja Nasional (di tingkat Nasional), DKD atau Dewan Kerja Daerah (di tingkat Daerah), DKC atau Dewan Kerja Cabang (di tingkat Cabang), dan DKR atau Dewan Kerja Ranting (di tingkat Ranting).
    4. Pimpinan Satuan Karya Pramuka (Saka)
    5. Pembantu Andalan
    6. Badan Usaha Kwartir
    7. Satuan Kegiatan sesuai dengan situasi dan kondisi setempat dan bersifat situasional.
    8. Staf Kwartir.
  7. Pramuka Utama Gerakan Pramuka adalah Kepala Negara Republik Indonesia (Presiden).
  8. Musyawarah Kwartir merupakan lembaga di lingkungan Gerakan Pramuka yang bersidang pada akhir masa bakti kwartir atau gugusdepan serta memegang kekuasaan tertinggi dalam kwartir atau gugusdepan. Musyawarah ini terdiri atas :
    1. Musyawarah Nasional yang diadakan sekali dalam waktu 5 (lima) tahun. Peserta Munas terdiri atas utusan/wakil Kwarnas, Mabinas, Kwarda, dan Mabida.
    2. Musyawarah Daerah yang diadakan sekali dalam waktu 5 (lima) tahun. Peserta Musda terdiri atas utusan/wakil Kwarda, Mabida, Kwarcab, dan Mabicab.
    3. Musyawarah Cabang yang diadakan sekali dalam waktu 5 (lima) tahun. Peserta Mucab terdiri atas utusan/wakil Kwarcab, Mabicab, Kwarran, dan Mabiran.
    4. Musyawarah Ranting yang diadakan sekali dalam waktu 3 (lima) tahun. Peserta Musran terdiri atas utusan/wakil Kwarran, Mabiran, Korgudep, Mabi Desa, Gudep dan Mabigus.
    5. Musyawarah Gugusdepan yang diadakan sekali dalam waktu 3 (lima) tahun. Peserta Mugus terdiri atas utusan/wakil gudep dan Mabigus.
Itulah tentang Struktur Organisasi Gerakan Pramuka dengan penjelasan singkat terkait masing-masing komponen dalam struktur tersebut. Untuk lebih memahami struktur organisasi tersebut silakan baca SK Kwarnas No : 220 Tahun 2007.
Nurma's Scout

Senin, 23 Oktober 2017

SEMARAK HARI SANTRI NASIONAL 2017

Assalamualaikum Warahmatullahi Wabarkatuh

Dalam rangka menyemarakkan Hari Santri Nasional Tahun 2017, SMA Nurul Ma'rifah mengadakan upacara bendera rutin diselenggarakan setiap senin dengan nuansa SANTRI. Seluruh elemen yang ada, tidak hanya peserta didik tetapi juga guru ikut serta dalam pelaksanaan kegiatan upacara dengan kostum ala SANTRI.
Menurut keterangan yang disampaikan oleh Kepala Sekolah (Bpk. Hadi Joko Dwiyanto, S.Pd.I), hal ini merupakan salah satu tonggak Resolusi Jihad di kehidupan sekolah. Dengan adanya peringatan ini, diharapkan peserta didik bisa mengikuti jejak para santri terdahulu yang tidak hanya berkorban tenaga dan pikiran ikut serta membantu perjuangan kemerdekaan, tetapi bahkan korban nyawa mereka relakan dengan ikhlas demi Bangsa dan Negara.
Banyak kisah yang berkaitan dengan sumbangsih santri di negeri ini, salah satunya menurut sejarah yakni pengibaran bendera merah putih dan perjuangan melawan tentara pimpinan Mallaby di Surabaya. Ini membuktikan bahwa kehidupan santri (utamanya di pesantren) banyak memberikan contoh positif dalam pembangunan karakter generasi penerus bangsa.
Semoga kegiatan ini bisa berkesinambungan dimasa yang akan datang dan diikuti dengan trend positif.









Satu hal yang membanggakan, tepat di Hari Santri Nasional 2017, seorang siswa bernama Muzayyin kelas X meraih tropi perak Festival Pencak Silat Peragaan Seni dalam rangka Peringatan Hari Santri Nasional 2017 di Kecamatan Wringin.


Wassalamualaikum Warahmatullahi Wabarkatuh